- 2012 (1)
- 2010 (2)
-
2009
(23)
- Oktober(1)
- September(2)
- Juli(4)
- Juni(1)
- Mei(1)
- April(1)
- Februari(1)
-
Januari(12)
- PEMBENARAN DAN PENGHAKIMAN (MATIUS 7 : 21 – 23)
- Wawancara dengan Prof. Sahetapy
- Self-Referential Absurdity
- Kisah Kesetiaan Allah di Tengah-Tengah Ketidakseti...
- Professor Yang direkrut untuk Menjangkau Muslim Ma...
- “Intelligent Design: Ortodoksi Masa Lampau, Ajara...
- Kritik Gordon H. Clark terhadap Filsafat Thomas Aq...
- Kebodohan Jacko
- Tanggapan [Para Pemikir] Sekuler Terhadap Masalah ...
- Daftar Ringkas Kesalahan Bernalar/berlogika
- Cara Diksusi Sebagian Muslim
- Selamat Datang di Blognya Paijo
Blog Archive
-
►
2009
(23)
-
►
Januari
(12)
- PEMBENARAN DAN PENGHAKIMAN (MATIUS 7 : 21 – 23)
- Wawancara dengan Prof. Sahetapy
- Self-Referential Absurdity
- Kisah Kesetiaan Allah di Tengah-Tengah Ketidakseti...
- Professor Yang direkrut untuk Menjangkau Muslim Ma...
- “Intelligent Design: Ortodoksi Masa Lampau, Ajara...
- Kritik Gordon H. Clark terhadap Filsafat Thomas Aq...
- Kebodohan Jacko
- Tanggapan [Para Pemikir] Sekuler Terhadap Masalah ...
- Daftar Ringkas Kesalahan Bernalar/berlogika
- Cara Diksusi Sebagian Muslim
- Selamat Datang di Blognya Paijo
-
►
Januari
(12)
About Me
- Paijo Budi
- Aku adalah seorang Indonesia. Aku ingin di Indonesia orang bebas untuk mengemukakan pendapat dan mengemukakan pendapat yang diback up dengan argumen yang benar. Aku juga ingin orang Indonesia belajar bagaimana menilai setiap argumen yang dia dengar secara kritis. Mungkin tulisanku akan menyinggung perasaan orang. Tetapi aku akan mencoba tidak menyalahtafsirkan pendapat orang lain. Kalau aku tidak menyalahtafsirkan pandangan orang lain dan mengkritik orang lalu orang itu tersinggung, maka aku terbuka kalau dia menulis sesuatu yang menyinggung perasaanku selama yang dia tuliskan tidak menyalahtafsirkan pandanganku. Kemungkinan besar aku juga akan menterjemahkan tulisan orang lain yang aku pikir pantas dibagikan. Tetapi tidak berarti aku setuju 100 % dengan pandangan mereka. Anda boleh menanggapi semua postingan di sini. Aku juga akan menanggapi mereka yang kasih komentar di postinganku.
Arsip Blog
-
►
2009
(23)
-
►
Januari
(12)
- PEMBENARAN DAN PENGHAKIMAN (MATIUS 7 : 21 – 23)
- Wawancara dengan Prof. Sahetapy
- Self-Referential Absurdity
- Kisah Kesetiaan Allah di Tengah-Tengah Ketidakseti...
- Professor Yang direkrut untuk Menjangkau Muslim Ma...
- “Intelligent Design: Ortodoksi Masa Lampau, Ajara...
- Kritik Gordon H. Clark terhadap Filsafat Thomas Aq...
- Kebodohan Jacko
- Tanggapan [Para Pemikir] Sekuler Terhadap Masalah ...
- Daftar Ringkas Kesalahan Bernalar/berlogika
- Cara Diksusi Sebagian Muslim
- Selamat Datang di Blognya Paijo
-
►
Januari
(12)
Blog Baru!
Diskusi Dengan Seorang Yang Sangat Aneh
MK
Saya posting ini untuk mengajak kita diskusi tentang logika.
1. Apa yang kita tahu tentang logika?
2. Apakah logika penting atau tidak penting? Mengapa?
3. Kalau penting, seberapa penting? Apakah ada bidang kehidupan yang tidak boleh menggunakan logika?
4. Apa saja hukum logika?
5. Seberapa banyak logika diajarkan di institusi Kristen?
Salam
MKPB
AA
1. Logika adalah pemberian Tuhan kepad kita sebagai ciptaan tertinggi. Ini adalah wujud dari gambar dan rupa Allah yang dioberikan kepad manusia. Allah adalah kebenaran. Sifat ini diberikan kepad manusia dalam bentuk rasio/logika.
2. Logika penting. Kalau tidak penting bagi kita mengapa Tuhan memberikannya kepada kita? Tanpa logika, kita tidak ada bedanya dnegan binatang.
3. Sangat2 penting. Tidak ad kehidupan yang tang tidak boleh menggunakan logika. Kita memang sadar ada hal2 yang berada di atas logika kita (supra rasional) tetapi itu pun harus dipahami dengan logika. Logika yang tunduk kepada Tuhan.
4. Saya tidak tahu. Apakah "silogisme" termasuk di dlamnya?
5. Sangat sedikit, bahkan boleh dikatakan nyaris tidak ada.
MK
Terima kasih Apolos.
Kalau logika sangat penting dan tidak dapat dihindari, tetapi di lembaga Kristen jarang sekali belajar logika, kira-kira apa penyebabnya? Kalau ada yang punya pengalaman silahkan sharing. Yang tidak punya pengalaman dan mau berspekulasi juga silahkan.
Yang lain yang mau diskusi silahkan kasih pendapat.
Salam
Ma Kuru
AA
Menurut saya, ada pemahaman yang berkembang ditengah2 kristen masa kini (terutama dalam kalangan kharismatik) bahwa pekerjaan Roh Kudus hanya bisa diterima kalau kiat mengesampingkal akal. Karena itu berbagai fenomena di dalam gerakan kharismatik yang tak masuk akal diterima saja dan dianggap kalau RK bekerja, kita harus abaikan akal kita. banyak kasus seperti ini misalnya Toronto Blessing, tumbang dalam roh, dll.
Mereka sepertinya tidak bisa membedakan antara MEMAKAI logika danb BERSANDAR pada logika. bersandar pada logika memang tidak boleh tetapi memakai logika harus.
RT
Alkitab berkata tentang 3 unsur: Pikiran, perasaan dan kehendak bebas dari setiap orang. Logika termasuk dlm pikiran + pengalaman empiris+ perasaan, bahkan utk pembenaran (alignment) diri sendiri kadang-kadang dipengaruhi oleh kehendak seseorang tanpa disadarinya. Mengapa anda katakan di lembaga Kristen jarang sekali belajar logika ?, benarkah demikian ? Jika ada strata S2 dan S3, apakah demikian ?. Rasul Paulus adalah orang terpintar di zamannya, saat ini boleh disetarakan dgn S5 kali (kalau ada) tetapi, Paulus berkata bahwa semua pengetahuan, pengalaman, logikanya adalah sampah, tidak berarti apa-apa dibandingkan kebesaran Tuhan. Berbicara tentang kasih, iman dan pengharapan, yang semuanya berasal dari pewahyuan, apakah logika dapat menyentuhnya dpl. logika yg bagaimana dpt membahasnya ?. Sebenarnya, jika dipercayai bahwa Kristen tidak sekedar sbg agama semata tetapi kepercayaan yang bersandarkan pada iman yang diwahyukan, mengapa Kristen bersandar lagi pada logika ? yeah... memakai logika wajib tetapi bersandar.... yeah saya kira sdh keluar dari jalur iman kepada Jesus Kristus. Ada istilah "lihat dan dengarlah dengan mata hatimu" bukan dengan "mata duniawimu", ada lompatan iman dlm supranatural, ada batas atas tertentu dlm mencoba menggali (upper limited). Jangan persamakan dgn keyakinan lain yang diperoleh dari akal budi dan pengalaman manusia- bukan pewahyuan, Thank's.
MK
Halo Robin,
Pertama, saya tidak tahu anda postingan dari mana ini komentar. Tetapi anda tampaknya tidak menggunakan tanda baca dan grammar yang benar. Sulit dipilah-pilah argumentasi anda. Saya akan mencoba untuk memahami bahwa ini adalah salah satu dampak dari ajaran tidak bertanggung jawab yang tampaknya anda bela.
Kedua, Anda mengatakan bahwa logika masuk dalam pemahaman empiris. Ini adalah refleksi dari orang yang tidak ngerti apa yang dia ngomong. Logika bukan empirisisme. Empirisisme adalah filsafat. Logika adalah cara berpikir yang tepat untuk sampai ke kesimpulan yang diharuskan oleh premis.
Ketiga, anda mengatakan bahwa Paulus menganggap logikanya sampah. Sekarang coba anda tunjukkan ayatnya dimana Paulus mengatakan bahwa Logika adalah sampah. Jangan hanya asal ngomong.
Keempat, Hukum Logika yang paling mendasar adalah Hukum kontradiksi atau Non Kontradiksi. Salah satu implikasi dari hukum ini adalah satu kata tidak boleh berarti segala sesuatu. Sebagai contoh kata anjing hanya merujuk kepada binatang piaraan yang menggonggong. Bayangkan kalau hukum ini tidak berlaku dan anjing bisa berarti langit, batu, bumi, membunuh! Bayangkan implikasinya. Orang yang berani omong kosong bilang tidak pake logika juga sebenarnya pake logika. Setidaknya dia pakai Hukum kontradiksi. Jadi adalah kemunafikan kalau mengatakan anti logika. Itu tidak mungkin kecuali anda menjadi gila.
Kelima, masih ada hubungan dengan poin keempat; kalau misalnya anda tidak pake logika Robin, maka anda tidak usah menggunakan banyak kata dalam komentar anda. Karena komentar anda ada 195 kata, maka anda tinggal menulis saja satu kata sampai 195 kali. Tetapi faktanya anda menggunakan banyak sekali kata. Itu berarti bahwa anda munafik. Di satu pihak anda mengatakan tidak menggunakan logika, tetapi di pihak lain anda menggunakan hukum itu.
Keenam, jadi mendingan saudara bertobat! OK?
Semoga Tuhan Yesus membuka mata anda.!
AA
@Ma Kuru : makasih pak Ma kuru, sebuah penjelasan yang bagus. kelihtannya si Robin ini mengacu pada ayat Fil 3:8 karena kata sampah hanya dicatat 2x diseluruh PB yakni 1 Kor 4:13 dan Fil 3:8 dan FGil 3:8 lebih mungkin dipakai oleh dia.
Filipi 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
Paulus mntgatakan "dan menganggapnya sampah" maka logika menuntut kita untuk menemukan apa arti "nya" di sana atau "nya" disana menunjuk pada apa? Sehingga kita bisa tahu bahwa hal itulah yang dianggap sampah. Nah, untuk mengetahuinya gampang saja yakni melihat konteks ayat itu sejak dari ayat 4 :
Fil 3:(4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (7) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Dari konteks ini jelas bahwa yang Paulus anggap sebagai sampah adalah segala kebanggaan lahiriahnya sebelum menjadi kristen (ayat 4) yakni yang dicatata dalam ayat 5-6. Jadi ini sama sekali tidak ada hubungan dengan logika sehingga menafsirkan bahwa paulus menganggap logika sebagai sampah. Ha..ha..
Kalau orang tidak mau pakai logika, harusnya dia tak usah bicara apa2 karena untuk bicara sesuatu apalagi untuk berargumen, dia harus pakai logika.
Ingat seperti yang saya katakan, kita harus memakai logika tetapi tidak boleh bersandar pada logika. bandingkan 2 ayat ini :
Mat 22:37 : Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU.
Amsal 3:5 : Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan JANGANLAH BERSANDAR KEPADA PENGERTIANMU SENDIRI
Dengan demikian kata2 Robin : "yeah... memakai logika wajib tetapi bersandar.... yeah saya kira sdh keluar dari jalur iman kepada Jesus Kristus" adalah kata2 yang bertentangan dengan FT. Kecuali dia bisa runtuhkan 2 ayat di atas ini.
MK
Terima kasih penjelasannya saudara Apolos. Saya harap Robins segera memberi tanggapan supaya kita paham apa yang ada di dalam benaknya.
Saya hanya mau kasih klarifikasi bahwa Hukum Kontradiksi mengharuskan satu kata tidak berarti segala sesuatu. Tetapi itu tidak berarti bahwa satu kata tidak boleh memiliki lebih dari satu arti. Dalam kasus seperti ini, kalau kita mengemukakan satu argumen maka satu istilah tidak boleh memiliki arti yang berbeda dalam premis dan kesimpulan. Premis adalah alasan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan. Harus jelas apa yang kita maksud dengan 1 kata kalau kata tersebut memiliki lebih dari satu arti
Kita harus bersandar pada Tuhan. Karena Tuhan yang kita sandari adalah Tuhan yang logis, maka kita harus menggunakan logika saat berhubungan dengan Dia. Bayangkan kalau logika tidak dipakai! Perintah "Jangan Membunuh" akan sama saja dengan "Membunuhlah seenaknya!" atau "Kamu Sapi" atau "bumi datar" atau segala hal yang lain. Itu implikasi lain dari tidak digunakannya logika.
Kalau memang Robin tidak pake logika, maka kalau dia mau mengatakan: "Saya tidak setuju anda" dia tinggal menulis "Sapi Sapi Sapi Sapi" dimana Sapi 1 artinya = Saya, Sapi 2 = tidak, Sapi 3 = setuju, dan Sapi 4 = anda.
MK
Saya mau menambahkan sesuatu di sini. Saya setuju dengan Apolos bahwa logika adalah gambar dan rupa Tuhan yang diberikan kepada manusia. Saya mau menambahkan definisi operasional Logika.
Logika adalah "The Science of Necessary Inference" atau ilmu mengambil kesimpulan yang diharuskan oleh premis. Validitas satu argumen tidak ditentukan oleh benar salahnya premis tetapi oleh apakah premis mengharuskan kesimpulan. Atau apakah kesimpulan diharuskan oleh premis. Nilai kebenaran dari kesimpulan baru tergantung pada benar salahnya premis. Jadi bisa terjadi bahwa satu argumen valid tetapi kesimpulanny salah. Atau satu argumen kesimpulan benar tetapi argumen tidak valid.
Contoh argumen valid tetapi kesimpulannya salah (Socrates yang dimaksud di sini adalah filsuf Yunani):
1. Semua gelas berwarna hijau.
2. Socrates adalah gelas.
3. Kesimpulan, Socrates berwarna hijau.
Contoh argumen tidak valid tetapi kesimpulan benar.
1. Semua filsuf adalah laki-laki
2. Socrates adalah laki-laki
3. Kesimpulan, Socrates adalah filsuf.
Tidak benar seperti dikatakan seorang bocah di facebook yang sedang berdebat dengan saya bahwa kalau menggunakan asumsi sebagai premis (yang belum pasti benar) maka argumen menjadi tidak valid. (http://en.wikipedia.org/wi
AA
@ma Kuru : Terima kasih pak Ma Kuru untuk pelajarannya. Saya jadi ingat waktu kuliah dulu juga dapat pelajaran seperti ini.
MK
Sama-sama Apolos. Saya hanya mau berbagi.
Wah, kalau begitu, sekolah anda bisa terbilang maju Apolos. Apakah itu sekolah Kristen?
AA
Itu pelajaran filsafat umum dan cara berlogika pak. Dosennya diambil dari Universitas umum. Sekolahnya sekolah Kristen
MK
Pak Apolos, saya kutip kembali poin anda di comentar pertama:
"3. Sangat2 penting. Tidak ad kehidupan yang tang tidak boleh menggunakan logika. Kita memang sadar ada hal2 yang berada di atas logika kita (supra rasional) tetapi itu pun harus dipahami dengan logika. Logika yang tunduk kepada Tuhan."
Saya hanya mau mengatakan bahwa sesuatu yang supra rasional adalah sesuatu yang kita tidak tahu karena tidak diwahyukan kepada kita tetapi bukan tidak logis. Itu sangat logis karena Allah adalah Allah yang logis. Kalau Tuhan memilih untuk mewahyukan, maka pasti kita mengerti
AA
@Ma Kuru : Ya saya setuju. Maksud saya adanya hal2 yang supra rasional itu rasional juga kan? Kalau kita percaya ada Allah yang berada di atas segala2nya termasuk di atas rasio kita, maka konsekuensi logisnya adalah ada hal2 tertentu yang melampaui logika kita. Adalah tidak masuk kalau ada Allah yang berada di atas segala2nya tetapi saat yang bersamaan kita mengetahui segala2nya tentang Dia. pengetahuan kita yang paling lengkap tentang Dia adalah bahwa Dia tak bisa dipahami secara lengkap/sempurna.
Ayub 11:7-9: Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit -- apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati -- apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.
Kesadaran bahwa : (1) akal harus dipakai secara maksimal (2) akal juga ada batasnya membuat saya mempunyai sebuah prinsip :
"AKU MEMPERGUNAKAN AKAL SAMPAI BATASNYA UNTUK MEMBUKTIKAN KETERBATASAN AKAL".
Apa itu benar Pak Ma Kuru?
MK
@pak Apolos: saya setuju tetapi mungkin perlu dibedakan rasionalitas dan logika. "Rasionalitas" merujuk kepada kemampuan berpikir dengan menggunakan logika sedangkan "logika" merujuk cara berpikir yang tepat untuk dapat sampai ke kesimpulan yang diharuskan oleh premis.
Implikasinya:
1. Kalau dikatakan sesuatu supra rasional maka itu merujuk kepada sesuatu yang berada di luar jangkauan kemampuan kita untuk simpulkan dari informasi/pengetahuan yang kita punyai. Dengan kata lain kita tidak punya informasi/pengetahuan untuk sampai pada kesimpulan tentang sesuatu.
2. Tidak tepat untuk menggunakan kata "melampaui logika". Lebih tepat menggunakan istilah "melampaui rasio." Karena yang berada di luar kemampuan kita untuk tahu tetapi tidak berada di luar hukum-hukum logika.
Tetapi saya setuju bahwa kita harus menggunakan akal kita (rasio) tetapi dengan kesadaran bahwa hanya hal-hal yang diwahyukan kepada kita yang dapat kita ketahui. Hal-hal lain selain itu hanya spekulasi kita.
AA
Makasih Pak untuk pencerahannya. Ngomong2, si Robin sudah sampe dimana? Kok tidak nongol2 lagi?
RT
@ Ma Kurap TAIjo
Betapa sombong dan pongahnya anda, terlihat dari kata-kata anda baik balasan kpd saya yg baru pertama kalinya (bgm kedua, ketiga dst) maupun kpd Apolos seolah-olah dgn adanya sampah yg kau kira bermutu itu sekolah Apolos maju. Engkau sdh menghakimi saya berkali-kali bahkan mengatakan gila. Engkau lbh gila dan sampah, dasar namamu Tai-jo, limbah. Sepengetahuan saya, kebanyakan filsuf yg gila.
Saya ikut diskusi ini utk menumbuhkan iman ttpi dgn engkau, sy kira engkau adalah utusan iblis yg membuat sy hrs mengucapkan kata-kata balasan ini. jangan harap sy akan berkomunikasi lagi dgnmu sampah....
AA
@Robin : Ikut diskusi memang bisa menumbuhkan iman, tetapi juga logika harus dipake pak. Kalau logika tak dipake, bisa repot. Coba anda lihat, waktu anda biolang bahwa Paulus menganggp logikanya sampah, sudah saya buktikan dari konteks ayatnya bahwa anggapan itu salah. Saya juga sudah tunjukan ayatnya bahwa Tuhan memerintahkan kita untuk mnegasihi dia bukan hanya dengan hati dan jiwa tetapi juga dnegan akal budi. Persoalannya adalah anda menolak penggunaan logika di dalam beriman.
Sekrang, lepas dari anda tak terima dnegan kata2 pak ma Kuru, tetapi bagaimana tanggapan anda untuk penjelasan ayat2 Alkitab yang saya berikan?
RT
Perhatikan respon ma kurap tai itu; ttg sombong dan pongahnya, menghakimi saya ada beberapa kali yg gilalah, bertobatlah......dlsb. Benar2 saya bingung, hewankah dia atau utusan ibliskah shg sy terpancing menjadi spt dia juga ?
Saya ingin tahu dgn logika sampahnya itu ia menjelaskan "Petrus berjalan di atas air, Musa membelah laut, Elia/Petrus menghidupkan orang mati, Daud mengalahkan goliat, ratusan lainnya.
Saya hanya bermaksud agar dia menutup topik diskusinya ini karena tidak sesuai dgn forum. dari awal saja saya sdh heran dgn topiknya dan memang sy sdh menduga bahwa ia akan mengumbar sampah logikanya,
Trims
MK
@Robbins: Saya mengemukakan kata-kata saya termasuk kata kasar disertai argumentasi. Saya tidak hanya mengatakan A dan B tanpa alasan. Coba perhatikan baik-baik. Fakta bahwa anda marah, mengindikasikan bahwa anda memang sebenarnya mengerti yang anda tulis. Orang bilang "orang bodoh dengan gembira terjun ke tempat dimana malaikatpun tidak berani menengok". Itu berlaku untuk anda.
Petrus berjalan di atas air tidak sesuai dengan Logika????? Aaaaahhhh... anda ini benar-benar tidak logis. Saya tunjukkan bagaimana itu logis dalam pandangan dunia kristen.
Premis 1: Tuhan bisa melakukan apapun (Mahakuasa).
Premis 2: Tuhan bisa memampukan manusia melakukan hal-hal yang secara natural tidak dapat dia lakukan.
Kesimpulan: Tuhan bisa membuat Petrus berjalan di atas air.
Itu tentang Petrus. Ini tentang Musa
Premis 1: Tuhan bisa melakukan apapun (Mahakuasa).
Premis 2: Tuhan bisa memampukan manusia melakukan hal-hal yang secara natural tidak dapat dia lakukan.
Kesimpulan: Tuhan bisa membuat Musa membelah air laut.
Coba anda tunjukkan dimana tidak logisnya kedua argumen di atas dan saya akan tunjukkan bahwa anda tidak begitu bodohnya. Argumen di atas sangat logis. Argumen di atas menjadi salah kalau anda menggunakan filsafat lain sebagai asumsi anda.
OK? Saya tunggu pertunjukkan kebolehan anda!
HANYA ORANG GILA YANG TIDAK MENGGUNAKAN LOGIKA ~Ma Kuru
AA
@Robin : Saya ahrap anda tidak usah marah dan terbawa emosi seperti itu, jutru salah1 manfaat dari diskusi2 seperti ini adalah orang belajar untuk mengekang emosinya ketika pendapat/pandangannya diserang. Yang ditekankan Pak Ma Kuru hanhyalah bahwa logika itu penting di dalam beragama/beriman. Menjadi ornag beriman tak berarti kita mengesampingkan logika. Dan orang yang berlogika tak selamanya menjadi ornag yang tak beriman.
RT
Logika saya yg terakhir utk Mati Kurap Tai Jorok:
Anda seorang; residivis yang baru tamat kuliah S1 atau S2 di Perguruan pas-pas an dgn status diridhoi dan diutangi saja di kota kecil, tamat SD,SMP, SMA Inpres sore yg mengontrak bangunan sekolah, uang sekolah dibayarin orang lain, melamar kerja kemana-mana tidak diterima krn jurusan filsafat yang tidak bermanfaat/tidak laku, bekerja sbg debt collector.
@ Apolos
Persoalannya, TAI JOROK bukan menyerang pendapat saya tetapi diri/pribadi saya dgn menganjurkan sy utk bertobat, bodoh dlsb. Dan coba lihat kata2nya yg lain thdp seorang bocah yg diskusi dgn dia dia facebook, saya malang melintang di dunia ini blm pernah sy bertemu dgn spt anjing ini
MK
@Robins: he he he.. makin kentara bahwa anda sebenarnya sedang dipakai setan. Hati-hati! Itu namanya abusive ad hominem! Anda tidak menggubris argumen saya tetapi menyerang pribadi saya. Apa saya perlu kasih anda kuliah tentang kesalahan logika informal?? wk wk wk Piiss man!
Saya hanya mau bilang bahwa anda tetah mengata-ngatai saya tanpa justifikasi sama sekali. Kalau anda penganut Karismatik yang percaya bahwa kata-kata itu berkuasa, maka sesuai dengan ajaran anda saya peringatkan anda bahwa kata-kata anda akan berbalik kepada anda. HATI-HATI ROBINS. wk wk wk wk wk wk wk!
Anda mengatakan bahwa saya menyerang pribadi anda. Maksudnya? Saya melakukan abusive ad hominem? wk wk wk wk wk ... anda ini aneh. Saya melakukan abusive ad hominem kalau saya mengata-ngatai anda tanpa alasan lalu mengklaim bahwa anda salah karena saya sudah mengata-ngatai anda. Saya kemukakan alasan di sana kenapa saya mengatakan apa yang saya katakan. Atau anda tidak baca? Kalau saya mengatakan sesuatu tentang anda tetapi tidak memberi alasan, itu baru tidak syah. Sesederhana itu bung!
Bayangkan ada seorang yang memang salah lalu saya menyuruh dia untuk bertobat. Apakah itu salah??? Saya memandang anda salah dan saya memerintahkan anda untuk bertobat. Saya kemukakan alasan mengapa saya bilang anda salah. Kalau anda memang tidak merasa bersalah ya kenapa tidak kemukakan argumen?? Kok langsung mengata-ngatai?
Catatan: komentar saya ini dan sebelumnya tidak perlu dibalas kalau memang tidak siap diskusi. Anda hanya akan menunjukkan ketidakmampuan anda dalam diskusi kalau anda kasih komentar.
MK
@Robins: Salah satu yang membuat anda tersinggung rupanya karena anda menganggap saya menyebut anda bocah. Saya tidak berbicara tentang anda di komentar tersebut, tetapi sedang berbicara tentang orang lain di tempat lain yang sedang debat dengan saya soal logika. Dia mengatakan seperti yang saya tuliskan di atas. Anda khan tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Jadi, piis man.. piiis
Penghiburan Kristen yang Sesungguhnya
Pertanyaan 1.
Apakah satu-satunya penghiburan Saudara, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati?
Jawaban:
Bahwa aku, dengan tubuh dan jiwaku, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati (a), bukan milikku (b), melainkan milik Yesus Kristus, Juruselamatku yang setia (c). Dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya Dia telah melunasi seluruh utang dosaku (d) dan melepaskan aku dari segala kuasa iblis (e). Dia juga memelihara aku (f), sehingga tidak sehelai rambut pun jatuh dari kepalaku di luar kehendak Bapa yang ada di sorga (g), bahkan segala sesuatu harus berguna untuk keselamatanku (h). Karena itu juga, oleh Roh-Nya yang Kudus, Dia memberiku kepastian mengenai hidup yang kekal (i), dan menjadikan aku sungguh-sungguh rela dan siap untuk selanjutnya mengabdi kepada-Nya (j)
Sumber: http://www.cprf.co.uk/lang
Review Perdebatan Islam – Kristen 17 Agustus 2009 Bagian I
Oleh Ma Kuru
Beberapa minggu yang lalu saya menonton DVD perdebatan Kristen vs Islam yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jawa Timur. MKristen adalah pendeta Budi Asali (Surabaya) dan pendeta Esra Soru (Kupang) dan mewakili Islam adalah Ustad Insan Mokoginta (Jakarta) dan Mashud SM (Surabaya). Ada dua topik yang dibahas yaitu: “Apakah Yesus adalah Tuhan atau Manusia Biasa?” dan “ Keselamatan: Karena Iman atau Karena Perbuatan Baik (amal)?”. Kali ini saya hanya akan membahas debat topik pertama yaitu “Apakah Yesus adalah Tuhan atau manusia biasa?” Review ini akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah penilaian saya tentang debat tersebut dan bagian kedua akan berisi daftar argumen kedua belah pihak dan beberapa catatan saya.
Hal pertama yang saya akan bahas pada bagian ini adalah tentang topik perdebatan. Informasi tentang topik debat yang saya posting di internet kurang lengkap. Jadi saya minta maaf untuk itu. Topik yang lengkap adalah “Dalam Perspektif Alkitab Apakah Yesus adalah Tuhan atau Manusia Biasa?” Awalnya saya heran kenapa topiknya seperti ini. Mengapa dibatasi pada Alkitab? Mengapa kegiatannya bernama “Debat Kristen – Islam?“ tapi pembahasannya dibatasi pada pandangan Alkitab? Dari beberapa koresponden baru menjadi jelas alasannya:
- Para pendakwah muslim selalu mengutip Alkitab untuk membuktikan bahwa bahkan Alkitabpun mengajarkan apa yang diajarkan oleh Islam termasuk tentang Yesus Kristus
- Kedua pendeta yang mewakili Kristen tidak terlalu paham tentang Kuran
Melihat kedua alasan tersebut, maka pembatasan topik seperti ini sangat tepat. Kalau muslim menggunakan Alkitab untuk untuk membuktikan kesalahan posisi Kristen dan kebenaran posisi Islam (alasan 1) alias melakukan Logical Ad Hominem[1], maka argumen semacam itu harus dinilai benar tidaknya atau valid tidaknya. Debat dengan pembatasan topic seperti ini memberikan kesempatan untuk menilai Logical Ad Hominem Islam. Sedangkan untuk alasan kedua, sudah jelas hanya orang bodoh yang berani mendebat apa yang tidak dia mengerti.
Hal Kedua, adalah tentang argumentasi dari kedua belah pihak dalam perdebatan ini. Saya menilai bahwa perdebatan ini dimenangkan dengan gemilang oleh pihak Kristen. Alasan-alasan saya untuk berpendapat demikian adalah
- Para pendebat Islam kebanyakan off topic alias ngalor ngidul membahas hal-hal yang tidak menjadi topik debat sedangkan para pendebat kristen tetapi pada topik walaupun pada saat tertentu terpaksa harus meladeni argumentasi ngalor ngidul pendebat muslim supaya tidak dikatakan menghindar pertanyaan. Dari kira-kira belasan argumentasi yang disodorkan oleh Islam, dari Mokoginta hanya sekitar tiga yang ada kait-mengait dengan topik diskusi. Sedangkan dari Mashud, dari sekitar empat atau lima argumennya tidak ada satupun yang terkait dengan topik diskusi. Argumen ngalor ngidul pihak muslim berkaitan dengan“Apakah Alkitab dapat dipercaya?“
- Mokoginta menggunakan Kuran dalam argumentasinya padahal sudah ada persetujuan untuk tidak boleh menggunakan Kuran.
- Menanggapi penggunaan istilah Tuhan dan Allah oleh pendeta Budi Asali, Mashud mengatakan bahwa pendeta Budi Asali dan Pendeta Esra harus belajar lebih banyak tentang penggunaan kedua kata itu. Lalu mengatakan bahwa dia pernah menantang seorang pendeta debat tetapi pendeta itu tidak mau berdebat. Tanpa penjelasan mengapa dia tidak setuju dengan pandangan pak penggunaan kedua kata oleh pak Budi Asali, dia berhenti. Ini jelas bukan argumen sama sekali. Hanya karena dia tidak setuju dengan pak Budi dalam hal penggunaan kata “Allah“ dan “Tuhan“ dan ada pendeta yang tidak mau berdebat dengan dia tidak berarti bahwa pemahamannya tentang kata itu benar.
Hal ketiga yang mengakibatkan saya mengatakan bahwa tim muslim kalah telak adalah perilaku mereka:
- Setidak-tidaknya dua kali Mashud menggunakan kata-kata yang sebenarnya lebih tepat dialamatkan kepada Mashud. Kata-kata dimaksud adalah “membual“. Dia menuduh pihak kristen membual karena argumen Kristen didasarkan pada Alkitab yang menurut Mashud tidak dapat dipercaya. Kalau mau jujur, kata-kata tersebut lebih pantas ditujukan kepada Mashud. Semua argumentasinya tidak ada hubungan sama sekali dengan topik debat. Argumentasinya terkait dengan topik lain.
- Pada satu kesempatan si Mashud mengatakan bahwa dia heran kenapa kok pendapat Alkitab tentang Yesus diperdebatkan karena jelas-jelas Alkitab itu tidak dapat dipercaya. Ada beberapa kemungkinan sampai keluar ungkapan seperti ini. Kemungkinan pertama, Mashud tidak berkomunikasi dengan Mokoginta saat persiapan debat alias Mashud berpartisipasi dalam dalam perdebatan tanpa paham apa yang akan dibahas dalam perdebatan tersebut. Kemungkinan kedua, Mashud memang tidak punya argumentasi apa-apa sehingga supaya tidak kelihatan tanpa argumen dia berbicara apa saja yang muncul di benaknya. Kemungkinan ketiga, Mashud memang tidak pernah berdebat sebelumnya sehingga dia tidak bisa menyembunyikan kecanggungannya. Kemungkinan keempat, Mashud tidak paham sama sekali apa itu debat. Kemungkinan kelima, Mashud memang tidak mau berdebat.
bersambung ke bagian II ...
[1] Logical ad hominem adalah argumen yang mengasumsikan premis-premis lawan sebagai benar lalu dari premis-premis tersebut mengambil kesimpulan (yang diharuskan oleh premis) yang justeru bertentangan dengan kesimpulan lawan.
Tanggapan Pdt. Budi Asali Terhadap Perdebatan Islam Kristen II di Sidoarjo
Debat ke 2, Tanggal 12 September 2009
Tanggapan Terhadap Buku
H. Insan L.S. Mokoginta
Berjudul :
‘Mustahil Kristen bisa menjawab’
Dengan catatan, ada hadiah Rp 10 juta
untuk setiap pertanyaan dari 10 pertanyaan pertama,
dan ada hadiah mobil BMW untuk pertanyaan ke 11
Pertanyaan ke 11 berkenaan dengan ayat di bawah ini.
Luk 24:44-46 - “(44) Ia berkata kepada mereka: ‘Inilah perkataanKu, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.’ (45) Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (46) KataNya kepada mereka: ‘
Mokoginta: “Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian: ‘Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga’ dalam kitab Taurat Musa, Kitab Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur” - hal 121.
Jawaban Pdt. Budi Asali:
I. Tentang kata-kata ‘Ada tertulis’.
Ada beberapa istilah / ungkapan yang digunakan dalam Kitab Suci kalau mau membicarakan suatu penggenapan nubuat, yaitu:
1. ‘
2. ‘genaplah firman yang disampaikan oleh nabi’ (Yoh
3. ‘supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci’ (Yoh
4. ‘seperti .... demikian pula’. Mat
5. ‘ada pula nas yang mengatakan’ (Yoh
6. ‘genaplah nas ini’ (Luk
7. ‘itulah yang difirmankan Allah’ (Kis 2:16 Kis 3:18).
8. Tanpa ada kata-kata yang jelas, misalnya nubuat dalam Yoh 2:19 - ‘rombaklah Bait Allah ini dan Aku akan membangunnya kembali dalam 3 hari’.
Sekalipun ada kata-kata seperti itu, tetapi:
1. Kadang-kadang nubuatnya bukan hanya satu ayat, tetapi beberapa ayat atau inti dari Perjanjian Lama.
Walter C. Kaiser, Jr.: “The writers of the NT sometimes present in the form of a single citation an asemblage of phrases or sentences drawn from two or more OT sources” (= Penulis-penulis PB kadang-kadang menyajikan / memberikan dalam bentuk suatu kutipan tunggal suatu kumpulan dari ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat yang diambil dari dua atau lebih sumber-sumber PL) - ‘The Uses of The Old Testament in the New’, hal 4.
Walter C. Kaiser, Jr.: “A few citations present the unique problem of an unknown OT source. ... Whereas approximate language may be found for most of those four citations, they nowhere occur in those exact words and, therefore, are ‘citations of substance’ of the OT or ‘concise summaries of the teaching of various parts of the older Scriptures.’” (= Beberapa kutipan memberikan problem yang unik dari sumber PL yang tidak diketahui / dikenal. ... Sekalipun bahasa yang kira-kira / mirip-mirip bisa ditemukan untuk sebagian besar dari 4 kutipan itu, mereka tidak muncul dimanapun dalam kata-kata yang persis seperti itu, dan karena itu merupakan ‘kutipan isi pokok’ dari PL atau ‘ringkasan singkat dari ajaran dari bagian-bagian yang bermacam-macam dari Kitab Suci yang lebih tua / PL’) - ‘The Uses of The Old Testament in the New’, hal 4.
Sekarang saya akan memberikan beberapa contoh yang menunjukkan bahwa pada saat ada suatu penggenapan nubuat dari Perjanjian Lama ataupun pengutipan dari Perjanjian Lama, ternyata ayat Perjanjian Lamanya bisa lebih dari satu, dan kadang-kadang yang dimaksudkan adalah ‘inti / pokok ajaran dalam Perjanjian Lama’:
a. Mat 21:13 - “dan berkata kepada mereka: ‘Ada tertulis: RumahKu akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.’”.
Mat
1. Yes 56:7 - “mereka akan Kubawa ke gunungKu yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doaKu. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbahKu, sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa”.
2. Yer
b. Ro 11:8 - “seperti ada tertulis: ‘Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini.’”.
Ini dikutip dari dua text Perjanjian Lama yang digabungkan yaitu:
1. Ul 29:4 - “Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar”.
2. Yes 29:10 - “Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu - yakni para nabi - telah dipejamkanNya dan mukamu - yaitu para pelihat - telah ditudungiNya”.
Catatan: kalau diperhatikan kedua sumber Perjanjian Lama memang tak sama dengan ayat Perjanjian Barunya, karena memang ayat Perjanjian Barunya mengutip secara bebas, dan mengambil hanya potongan-potongan tertentu dari kedua sumber Perjanjian Lama.
c. Ro
Ini dikutip dari 2 sumber Perjanjian Lama yaitu:
1. Yes 28:16 - “sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: ‘Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!”.
2. Yes
d. Ro
Ini dikutip dari 2 ayat Perjanjian Lama yaitu:
1. Yes 59:20-21 - “(20) Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN. (21) Adapun Aku, inilah perjanjianKu dengan mereka, firman TUHAN: RohKu yang menghinggapi engkau dan firmanKu yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN”.
2. Yes 27:9 - “Maka beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu-batu kapur yang dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan yang tinggal berdiri”.
e. Mark 9:12 - “Jawab Yesus: ‘Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan?”.
Ini pasti tak ada ayatnya dalam Perjanjian Lama, karena memang menunjuk pada inti dari ajaran Perjanjian Lama. Perjanjian Lama memang mengajar bahwa Mesias akan menderita dan dihina, seperti dalam ayat-ayat ini:
Yes 52:14 - “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi-”.
Yes 53:3-7 - “(3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”.
Maz 22:8-9,16-19 - “(8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: (9) ‘Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?’ ... (16) kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. (17) Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. (18) Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku. (19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku”.
Maz 69:20-22 - “(20) Engkau mengenal celaku, maluku dan nodaku; semua lawanku ada di hadapan-Mu. (21) Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, menantikan penghibur-penghibur, tetapi tidak kudapati. (22) Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam”.
f. 1Kor
Kej 2:7 - “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”.
Tak ada kata ‘pertama’ tetapi seluruh cerita menunjukkan bahwa Adam memang adalah manusia pertama.
g. Gal 3:10 - “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.’”.
Ul 27:26 - “Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!’”.
Kata ‘segala sesuatu’ tak ada dalam Ul 27:26; dan kata ini diambil dari Ul 28:1 - “‘Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi”.
Kalau tak setuju dengan hal ini, mengapa dalam bukunya pak Mokoginta sendiri mengatakan: “Pertanyaannya sangat mudah, cukup dijawab berdasarkan ayat-ayat Alkitab itu sendiri, karena Yesus sendiri yang mengatakan dan meyakinkan bahwa apa yang dia katakan ada tertulis di dalam sekian banyak kitab-kitab yang dia sebutkan dalam Alkitab itu sendiri” (hal 117)??? Bukankah ini menunjukkan bahwa Bp Mokoginta sendiri menginginkan jawaban dari banyak ayat Perjanjian Lama? Tetapi anehnya, ia menuntut ayat yang persis bunyinya. Persis, tetapi banyak!!! Ini permintaan yang kontradiksi, yang menunjukkan kebodohannya sendiri!!!
2. Kadang-kadang kata-kata dalam penggenapannya sama sekali berbeda dengan kata-kata dalam nubuatnya.
Contoh:
a. Yoh 17:12 - “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci”.
Tak ada ayat Perjanjian Lama yang bunyinya seperti ini, jadi yang dimaksudkan hanya intinya saja, yaitu Yudas Iskariot telah ditentukan untuk menjadi pengkhianat, dan karena itu, ia binasa, seperti dalam ayat-ayat di bawah ini:
1. Maz 41:10 - “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku”.
Bdk. Yoh 13:18 - “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan rotiKu, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku”.
2. Maz 69:26 - “Biarlah perkemahan mereka menjadi sunyi, dan biarlah kemah-kemah mereka tidak ada penghuninya”.
3. Maz 109:8 - “Biarlah umurnya berkurang, biarlah jabatannya diambil orang lain”.
Untuk dua ayat terakhir bdk. Kis 1:20 - “‘Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain”.
b. 1Kor 15:54-55 - “(54) Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: ‘Maut telah ditelan dalam kemenangan. (55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?’”.
Ini diambil dari 2 ayat dalam Perjanjian Lama, yaitu dari:
1. Yes 25:8 - “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umatNya akan dijauhkanNya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya”.
2. Hos 13:14 - “Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? MataKu tertutup bagi belas kasihan”.
Perhatikan bahwa bukan saja kutipan itu diambil dari 2 tempat, tetapi juga bahwa kata-kata dari nubuatnya sangat berbeda dengan kata-kata dari penggenapannya.
3. Alkitab bisa menuliskan nubuatnya dalam bentuk TYPE, yang lalu digenapi oleh anti-TYPEnya dalam Perjanjian Baru (kebanyakan dalam diri Yesus).
Apakah Type itu?
a. Type adalah hal-hal dalam Kitab Suci yang ditentukan Allah sebagai bayangan dari hal-hal lain yang terjadi sesudahnya.
Jadi, ada 2 hal yang berhubungan, dimana hal pertama terjadi lebih dulu dan merupakan bayangan / Type dari hal kedua yang terjadi belakangan. Hal pertamanya disebut Type; dan hal keduanya disebut Anti-Type.
b. Macam-macam Type:
1. Orang.
Contoh: Adam adalah Type dari Kristus (Ro
2. Binatang.
Contoh: domba untuk korban pengampunan dosa adalah Type dari Kristus yang dikorbankan untuk dosa kita (Yoh
3. Peristiwa.
Contoh: peristiwa ular tembaga (Bil 21:4-9 Yoh
4. Jabatan.
Contoh: imam / imam besar (Ibr 2:17 Ibr 4:14,15).
5. Ketentuan.
Contoh: dalam Perjanjian Lama ada ketentuan dimana semua harus disucikan dengan darah, dan ini merupakan Type dari ketentuan dalam Perjanjian Baru dimana orang hanya bisa mendapat pengampunan dosa oleh darah Kristus (Ibr
Walter C. Kaiser, Jr.: “The typological method focuses on six kinds of divinely ordained and preestablished similarities between the OT ‘type’ and the NT ‘antitype,’ namely, persons (Adam), institutions (sacrifices), offices (priesthood), events (the Exodus), actions (lifting up the brazen serpent), and things (Tabernacle)” [= Metode TYPOLOGI memfokuskan pada 6 jenis kemiripan yang ditentukan secara ilahi dan diteguhkan sebelumnya, antara ‘type’ PL dan ‘anti-type’ PB, yaitu pribadi-pribadi / orang-orang (Adam), hukum yang ditetapkan (korban-korban), jabatan-jabatan (imamat), peristiwa-peristiwa (Keluaran), tindakan-tindakan (pengangkatan / peninggian ular tembaga), dan benda-benda (Kemah Suci)] - ‘The Uses of The Old Testament in the New’, hal 9.
Contoh:
a. Yoh
Kel
Catatan: ‘Paskah’ di sini adalah ‘Paskah Perjanjian Lama’, yang menunjuk pada keluarnya bangsa
b. Yoh
Bdk. Bil 21:4-9 - “(4) Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah
Kalau Bp Mokoginta tak mau menerima anti-type sebagai penggenapan type, maka saya ingin menggunakan tulisan Bp Mokoginta sendiri sebagai argumentasi. Dalam bukunya yang berjudul ‘Mustahil Kristen bisa menjawab’, hal 118-dst, ia menulis sebagai berikut: “Sebelum kami berikan pertanyaannya dan juga sebelum anda menjawabnya, ada baiknya kami sampaikan bahwa yang namanya nubuat harus digenapi, jika tidak maka nubuat tersebut tidak benar alias bohong. Bersama ini kami berikan sedikit contoh penggenapan suatu nubuat yang benar-benar terjadi, seperti:
Nubuat dalam Perjanjian Lama:
‘Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anakKu itu. (Hosea 11:1)
Penggenapan di Perjanjian Baru
‘Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di
Bagaimana mungkin Bp Mokoginta sendiri bisa setuju kalau Mat 2:14-15 merupakan penggenapan dari Hos 11:1, padahal yang disebut ‘anakKu’ dalam Hos 11:1 adalah Israel, sedangkan yang disebut ‘AnakKu’ dalam Mat 2:15 adalah Yesus? Tetapi memang dalam hal ini ‘Israel’ merupakan TYPE dari ‘Yesus’, atau ‘Yesus’ merupakan anti TYPE dari ‘Israel’.
4. Penggenapannya hanya merupakan suatu peristiwa, yang digambarkan dengan kata-kata yang sangat berbeda dengan nubuatnya.
Contoh:
Yoh 2:19-22 - “(19) Jawab Yesus kepada mereka: ‘Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.’ (20) Lalu kata orang Yahudi kepadaNya: ‘Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?’ (21) Tetapi yang dimaksudkanNya dengan Bait Allah ialah tubuhNya sendiri. (22) Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-muridNya bahwa hal itu telah dikatakanNya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus”.
Kalau Bp Mokoginta tak setuju bahwa suatu nubuat bisa digenapi dengan suatu peristiwa, yang digambarkan dengan kata-kata yang sangat berbeda dengan nubuatnya sendiri, maka saya ingin bertanya: “Mengapa Islam bisa mempercayai Ul 18:15-dst (tentang nabi yang akan datang), dan juga Yoh 14:16 (tentang Penolong yang lain), sebagai menunjuk kepada Muhammad, padahal sama sekali tak ada kata-kata yang persis / mirip dengan kedua text tersebut??”.
Ul
Catatan: kata ‘saudaramu’ pada waktu ditujukan kepada Israel, pada umumnya menunjuk kepada sesama bangsa Israel, dan kadang-kadang menunjuk kepada bani Edom, tetapi TIDAK PERNAH menunjuk kepada bani Ismael / orang Arab!!! Karena itu, tidak mungkin sama sekali bahwa nubuat ini menunjuk kepada Muhammad!! Untuk ini lihat APENDIX di bagian paling akhir tulisan ini.
Yoh
Catatan : jelas ayat ini menubuatkan ‘Roh’, dan karena itu tidak mungkin menunjuk kepada Muhammad. Apalagi adanya kata-kata ‘menyertai kamu selama-lamanya’. Bp Mashud ‘menafsirkan’ bahwa artinya adalah ‘punya roh’, dan ‘ajarannya menyertai kamu selama-lamanya’. Lucu sekali! Ayatnya mengatakan ‘Roh’, bukan ‘manusia yang punya roh’. Bp Mokoginta mengatakan adanya kata ‘seorang’, tetapi saya jawab bahwa kata ‘seorang’ terpaksa digunakan dalam bahasa Indonesia karena kalau tidak, mau digunakan kata apa? ‘Selembar’? Dalam KJV: ‘And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you for ever’. Perhatikan bahwa sama sekali tak ada kata ‘a man’ (seorang)!! Lalu, bagaimana mungkin ditafsirkan ‘ajarannya yang menyertai kamu selama-lamanya? Pertama, kata ‘kamu’ mencakup murid-murid Yesus pada saat itu. Mana mungkin ajaran Muhammad menyertai para murid Yesus, padahal Muhammadnya sendiri belum ada pada saat itu?? Juga, ayatnya sama sekali tak bicara tentang ‘ajaran’nya, tetapi tentang ‘orang’nya! Ini betul merupakan suatu pemerkosaan ayat Kitab Suci!
Tetapi penekanan saya dalam hal ini adalah: orang Islam bisa menganggap bahwa kedua nubuat itu tergenapi dalam diri Muhammad padahal sama sekali tak ada kata-kata yang mirip / persis dimanapun (baik dalam Alkitab maupun Al-Quran) yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah penggenapan kedua text tersebut! Lalu mengapa dalam persoalan Luk 24:46 mereka menuntut ayat Perjanjian Lama yang mirip / persis??? BUKANKAH INI MERUPAKAN SUATU TUNTUTAN YANG TIDAK KONSISTEN?
Dalam hal ini bagi mereka hanya ada dua pilihan:
a. Menganggap kami / saya benar, yaitu nubuat dan penggenapan tak harus kata-katanya sama / mirip.
b. Mengakui bahwa claim Islam bahwa kedua ayat tersebut digenapi dalam diri Muhammad adalah salah!
Saya tanya kepada mereka: mau pilih yang mana?????????
II. Tentang kata-kata ‘Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga’.
Luk 24:46 - “KataNya kepada mereka: ‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga”.
Ada 4 hal yang dibicarakan ayat ini:
A. Penderitaan Yesus / Mesias.
B. Kematian Yesus / Mesias
C. Kebangkitan Yesus / Mesias.
D. KebangkitanNya terjadi pada hari ke 3.
Dimana dalam Perjanjian Lama ada ayat yang membicarakan hal-hal itu? Jelas kalau dicari satu ayat yang membicarakan semua itu, maka ayat seperti itu memang tidak ada. Tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa harus satu ayat, bisa beberapa ayat yang digabungkan. Perhatikan bahwa Luk 24:46 itu sendiri tidak mengatakan ‘Ada tertulis hanya dalam satu ayat’.
Juga perlu diketahui bahwa dalam Alkitab asli ataupun manuscript-manuscript, tidak ada penomoran pasal maupun ayat!
A. Tentang penderitaan Yesus / Mesias.
Ini ada dalam banyak ayat seperti:
1. Yes 53:4-7 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”.
a. Text ini menekankan Yesus sebagai pengganti kita dengan memikul hukuman yang seharusnya untuk kita.
b. Kata ‘tertikam’ diterjemahkan ‘was wounded’ (= dilukai) oleh KJV/RSV tetapi diterjemahkan ‘was pierced’ (= ditikam) oleh NIV/NASB. Kata bahasa Ibraninya bisa diterjemahkan keduanya.
Kata ‘tertikam’ cocok dengan nubuat dalam Zakh 12:10 - “‘Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung”.
c. Kata ‘bilur’ menunjuk pada pencambukan.
NASB: ‘His scourging’ (= pencambukanNya).
Yesaya hidup pada sekitar 700 tahun sebelum Kristus! Dari mana ia bisa tahu dan menggambarkan penderitaan Kristus secara mendetail?
2. Maz 22:2a,16b,17b,19 - “(2a) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? ... (16b) ... lidahku melekat pada langit-langit mulutku; ... (17b) ... mereka menusuk tangan dan kakiku. ... (19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku”.
a. Maz 22:2a - “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”.
Bdk. Mat 27:46 - “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”.
Mengapa Yesus harus terpisah dari Bapa? Karena dosa memang memisahkan manusia dari Allah (Kej 3 Yes 59:1-2 2Tes 1:9). Yesus menggantikan kita untuk mengalami keterpisahan itu supaya kita yang percaya kepada Yesus diperdamaikan dengan Allah.
Ro 5:1 - “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘we have peace with God’ (= kita mempunyai damai dengan Allah).
Ro
b. Maz 22:16b - “lidahku melekat pada langit-langit mulutku”.
Bdk. Maz 69:22b - “pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam”.
Bdk. Yoh 19:28-30a - “(28) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia - supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci - : ‘Aku haus!’ (29) Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. (30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, ...”.
c. Maz
Bdk. Mat 27:35 - “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi”.
Ia nyaris telanjang di kayu salib.
d. Maz 22:17c - “mereka menusuk tangan dan kakiku”.
Ini jelas menunjuk pada penyaliban.
Maz 22 ditulis oleh Daud sekitar 1000 tahun sebelum Kristus. Dari mana ia bisa tahu penderitaan yang akan menimpa Kristus dengan begitu detail?
Adanya sangat banyak nubuat-nubuat dalam Alkitab yang tergenapi dengan tepat merupakan keunggulan Alkitab atas semua Kitab Suci agama lain! Juga secara jelas membuktikan Alkitab sebagai Firman Tuhan!
B. Tentang kematian Yesus.
Yes 53:8-9a - “(8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9a) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, ...”.
1. ‘Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil’ (Yes 53:8a).
Kata ‘terambil’ maksudnya ‘ia terambil oleh kematian’.
Harus diartikan seperti ini sehingga sesuai dengan kata-kata selanjutnya dalam Yes 53:8c: ‘Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup’.
Juga kalau kita membandingkan dengan Kis
Kis
Catatan: Barnes (hal 272) mengatakan bahwa Kis
2. “Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup” (Yes 53:8b).
Ini jelas menunjuk pada kematian Kristus. Tidak cukup bahwa Yesus harus menderita. Karena upah dosa adalah maut (Ro
3. “kuburnya ... dalam matinya” (Yes 53:9a).
Ini sudah pasti menunjuk pada kematian dan penguburan Yesus.
Calvin mengatakan bahwa bagian ini menunjukkan bahwa kematian Kristus menjadi sumber dari kehidupan kita. Ia yang hidup menjadi mati / mengalami kematian, supaya kita yang mati di dalam dosa bisa mendapatkan hidup yang kekal!
C. Tentang kebangkitan Yesus.
1. Yes 53:10.
Tadi kita sudah melihat kematian Yesus dinubuatkan Yes 53:8-9. Dan kebangkitanNya dinubuatkan dalam Yes 53:10b.
Yes 53:10: “Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya”.
Yes 53:8-9 sudah bicara tentang kematianNya, tetapi Yes 53:10 bicara tentang ‘ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut’. Ini tidak mungkin terjadi kecuali Ia bangkit dari antara orang mati.
a. ‘melihat keturunannya’.
1. ‘keturunannya’.
KJV: ‘his seed’ (= benihnya / keturunannya).
RSV/NIV/NASB: ‘his offspring’ (= keturunannya).
Yang dimaksud dengan ‘keturunan Kristus’ di sini adalah ‘orang kristen’.
Pulpit Commentary: “The ‘seed’ of a teacher of religion are his disciples” (= ‘Benih’ / ‘keturunan’ dari seorang guru agama adalah murid-muridnya) - hal 297.
Bdk. Filemon 10 Gal 4:19 1Yoh 2:1,18,28 3:7,18 4:4 5:21 dimana kata ‘anak’ digunakan dalam arti ‘murid’ dan dengan 1Kor 4:15 dimana kata ‘bapa’ digunakan dalam arti ‘guru’ / ‘pengajar’. Juga dengan Mark 10:24 Yoh 21:4 dimana Yesus memanggil murid-muridNya dengan sebutan ‘children’ / ‘anak-anak’.
Pulpit Commentary (hal 297) membandingkan juga dengan Maz 22:31 - “Anak-anak cucu akan beribadah kepadaNya”.
2. ‘melihat keturunannya’.
Ini menunjukkan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
b. ‘umurnya akan lanjut’.
Calvin: “Christ shall not be hindered by his death from prolonging his days, that is, from living eternally” (= Kristus tidak akan dihalangi oleh kematianNya untuk memperpanjang hari-hariNya / usiaNya, yaitu, untuk hidup secara kekal) - hal 125.
Jadi, lagi-lagi anak kalimat ini menunjuk pada kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
2. Maz 16:10.
Maz
Kitab Suci
NIV: ‘because you will not abandon me to the grave, nor will you let your Holy One see decay’ (= karena Engkau tidak akan meninggalkan aku di kubur, ataupun akan membiarkan orang KudusMu melihat / mengalami pembusukan).
Bdk. Kis menyerahkan (meninggalkan) aku kepada dunia orang mati (= kubur), dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan (mengalami pembusukan). (28) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapanMu. (29) Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. (30) Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. (31) Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa dagingNya tidak mengalami kebinasaan (pembusukan). (32) Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi”.
Catatan: semua kata yang saya coret salah terjemahan, dan saya berikan terjemahan yang benar dalam kurung.
Tujuan text ini adalah untuk membuktikan bahwa Maz 16:10 tidak tergenapi dalam diri Daud, tetapi dalam diri Kristus, dan ini membuktikan bahwa nubuat dalam Maz 16:10 memang menubuatkan kebangkitan Kristus. Hal yang sama terjadi lagi dalam Kis 13:30-37.
Bdk. Kis 13:30-37 - “(30) Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. (31) Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksiNya bagi umat ini. (32) Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, (33) telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: AnakKu Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. (34) Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. (35) Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan (mengalami pembusukan). (36) Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan (pembusukan). (37) Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian”.
Kebangkitan Yesus ini mutlak penting, karena itu menunjukkan bahwa maut / upah dosa sudah Ia bereskan. Kalau ada satu dosa saja dari orang-orang percaya yang belum beres, Yesus tidak mungkin bisa bangkit! Fakta bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati, menunjukkan bahwa dosa-dosa orang percaya sudah dibereskan tanpa kecuali. Itu menyebabkan orang Kristen bisa mempunyai keyakinan keselamatan! Kami orang Kristen tidak berkata: ‘Insya allah kami akan masuk surga’! Kami juga tidak mengatakan ‘moga-moga kami masuk surga’! Kami yakin bahwa kapanpun kami mati, kami PASTI masuk surga! Bukan karena kami baik, tetapi karena dosa kami sudah dibereskan oleh Yesus Kristus!
3. Kalau mau ada satu ayat yang menubuatkan tentang kematian maupun kebangkitan Yesus.
Kej 3:15 - “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.
Kata-kata pada bagian akhir digenapi pada saat Yesus mati di kayu salib (ini merupakan penggenapan dari ‘engkau akan meremukkan tumitnya’) dan bangkit dari antara orang mati (ini merupakan penggenapan dari ‘keturunannya akan meremukkan kepalamu’).
D. Tentang ‘3 hari / hari yang ke 3’.
Mana ayat Perjanjian Lama yang menubuatkan bahwa Yesus akan bangkit pada hari ke 3? Ini ayatnya!
Yunus
Ini merupakan nubuat dalam bentuk TYPE! Yunus merupakan TYPE tentang Kristus, dan keberadaan Yunus dalam perut ikan selama 3 hari merupakan TYPE dari Yesus ada dalam kematian / kubur selama 3 hari.
Ini dibuktikan oleh text di bawah ini yang merupakan kata-kata Yesus sendiri.
Mat 12:40 - “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam”.
Jadi, matinya Yesus selama 3 hari, atau bangkitnya Yesus pada hari ke 3, sesuai dengan nubuat dalam bentuk type, yang terjadi dalam diri Yunus, pada waktu ia ditelan ikan dan berada dalam perut ikan selama 3 hari.
Luk 11:29,30,32 - “(29) Ketika orang banyak mengerumuniNya, berkatalah Yesus: ‘Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. (30) Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. ... (32) Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!’”.
Bahwa Yunus merupakan type dari Yesus merupakan sesuatu yang sudah diajarkan oleh kekristenan, jauh sebelum Bp Mokoginta menulis bukunya. Jadi, ini bukan penafsiran yang saya buat-buat sekedar untuk menjawab pertanyaan Bp Mokoginta! Bahwa ini memang merupakan penafsiran umum dari para penafsir, saya tunjukkan dari kutipan-kutipan di bawah ini:
Matthew Henry (tentang Yun 1:15): “Jonah is herein a type of Christ, that he gives his life a ransom for many; but with this material difference, that the storm Jonah gave himself up to still was of his own raising, but that storm which Christ gave himself up to still was of our raising. Yet, as Jonah delivered himself up to be cast into a raging sea that it might be calm, so did our Lord Jesus, when he died that we might live”.
Matthew Henry (tentang Yun
Catatan: ‘illustrious’ = jelas / terkenal.
Jamieson, Fausset & Brown (tentang Yun 1:17): “But then God ‘prepared’ a great fish to be his living grave, in order to prefigure the three days’ burial and resurrection of the Saviour. ... Jonah’s condition under punishment, shut out from the outer world, was rendered ... as also a future type of Jesus’ literal death for sin, and resurrection by the Spirit of God. Three days and three nights. Probably, like the antitype Christ, Jonah was cast forth on the land on the third day (Matt 12:40); the Hebrew counting the first and third parts of days as whole 24 hour days”.
Jamieson, Fausset & Brown: “The correspondence between Jonah the type and Christ the antitype is most minute. Man was ready to be swallowed by the waves of hell, stirred up by the tempest of God’s wrath against sin, when Christ, as one of us, volunteered to give up His life to save our lives; just as the mariners were about to perish in the waves, until Jonah gave himself up as the victim to appease God’s righteous anger. But the sin in Jonah’s case was inherent: in Christ’s, not inherent, but voluntarily imputed. As the Gentile mariners prayed that innocent blood should not be laid upon them, so the Gentile Pontius Pilate washed his hands of the death of Christ, saying, ‘I am clean from the blood of this man.’ The conversion of the Gentiles flowed from the death of Jesus, as the conversion of the mariners, and subsequently of the Ninevites ensued upon the casting of Jonah into the sea. From Christ’s vicarious sacrifice there results to believers the settled calm of heartfelt peace. As Jonah, after a three days’ entombment, through his return to the land of the living, became a prophet to the Gentiles, whom he was the instrument of converting, whereas he had failed to convert Israel: so Christ, through His resurrection out of death, became the power of God to the salvation of the Gentiles, after the Jews had rejected Him. The life of Jonah illustrates how wonderfully God can overrule history to be covert prophecy. Thus the infidel is rebuked, who would make nature the master instead of the servant of the God both of nature and of grace: and who ‘would extinguish for themselves the Light of the world, in order that it may not eclipse the rushlight of their own theory’ (Pusey)”.
Catatan: ‘covert’ = tersembunyi / samar.
Barnes’ Notes (tentang Yun 1:17): “God could as easily have kept Jonah alive in the sea as in the fish’s belly, but, in order to prefigure the burial of the Lord, He willed him to be within the fish whose belly was as a grave”.
Pulpit Commentary: “Jonah was a type of Christ in his resurrection. (a) As to the fact. (b) As to the time (vide Exposition; see also Hos 6:2)” - hal 531.
The Bible Exposition Commentary: Old Testament (tentang Yunus
Spurgeon: “The great sign of our Lord’s mission is his resurrection, and his preparing gospel of salvation for the heathen. His life-story is well symbolized by that of Jonah. They cast our Lord overboard, even as the sailors did the man of God. The sacrifice of Jonah calmed the sea for the mariners; our Lord’s death made peace for us. Our Lord was a while in the heart of the earth as Jonah in the depth of the sea; but he rose again, and his ministry was full of the power of his resurrection. As Jonah’s ministry was certified by his restoration from the sea, so is our Lord’s ministry attested by his rising from the dead. The man who had come back from death and burial in the sea commanded the attention of all Nineveh, and so does the risen Savior demand and deserve the obedient faith of all to whom his message comes” - ‘Commentary on Matthew’ (AGES).
John Wesley: “The sign of Jonah - Who was herein a type of Christ”.
Matthew Henry (tentang Mat 12:40): “Now this sign of the prophet Jonas he further explains here; (v. 40) As Jonas was three days and three nights in the whale’s belly, and then came out again safe and well, thus Christ shall be so long in the grave, and then shall rise again. [1.] The grave was to Christ as the belly of the fish was to Jonah; thither he was thrown, as a Ransom for lives ready to be lost in a storm; there he lay, as in the belly of hell (Jonah 2:2), and seemed to be cast out of God’s sight. [2.] He continued in the grave just as long as Jonah continued in the fish’s belly, three days and three nights; not three whole days and nights: it is probable, Jonah did not lie so long in the whale’s belly, but part of three natural days (nychthemerai, the Greeks called them); he was buried in the afternoon of the sixth day of the week, and rose again in the morning of the first day; it is a manner of speech very usual; see 1 Kings 20:29; Est 4:16; 5:1; Luke 2:21. So long Jonah was a prisoner for his own sins, so long Christ was a Prisoner for ours. [3.] As Jonah in the whale’s belly comforted himself with an assurance that yet he should look again toward God’s holy temple (Jonah 2:4), so Christ when he lay in the grave, is expressly said to rest in hope, as one assured he should not see corruption, Acts 2:26,27. [4.] As Jonah on the third day was discharged from his prison, and came to the land of the living again, from the congregation of the dead (for dead things are said to be formed from under the waters, Job 26:5), so Christ on the third day should return to life, and rise out of his grave to send abroad the gospel to the Gentiles”.
William Hendriksen (tentang Mat 12:40): “as Jonah was swallowed up by the sea-monster, so he, Jesus, will be swallowed up by the earth; and as Jonah was delivered from his imprisonment, so also Jonah’s great Antitype would arise from the grave” - hal 533,534.
William Hendriksen (tentang Mat
Lenski (tentang Mat 12:40): “‘The sign of Jonah’ means that what happened to Jonah pictures and typifies what the same divine power will do with Jesus ... Nor does Jesus regard it as a side issue but as a type of the very climax of his own work, his death and his resurrection ... The manner of numbering nights with the days is an idiomatic Jewish usage. As Jonah escaped on the third day, so Jesus arose on the third day. ... The fish had swallowed Jonah bodily, and his bodily stay in the fish typifies the stay of Jesus’ body in the tomb” - hal 492,493,494.
Lenski (tentang Mat
The Biblical Illustrator (New Testament) - tentang Mat 12:40: “Jonah a type of Christ: - I. The striking signification of his name. Jonah signifies dove - a striking emblem of the meek and gentle Jesus. II. As a proclaimer of God's will to men. III. In his sufferings and deliverance. Jonah, after all, very imperfectly typified Christ”.
Catatan:
a. Orang-orang Niniwe bertobat karena pemberitaan Firman Tuhan oleh Yunus. Dan Yesus jauh lebih besar dari Yunus. Karena itu, orang-orang jaman sekarang yang tidak bertobat setelah mendengar tentang Yesus, lebih brengsek dari orang-orang Niniwe!
b. Ay 40: ‘3 hari 3 malam’.
Ini menyebabkan ada orang yang beranggapan bahwa Yesus mati pada hari Kamis (karena Ia bangkit pada hari Minggu). Tetapi Mark
Tetapi kalau Yesus mati pada hari Jum’at pk 3 siang (Luk
Contoh:
1. Ester
Perhatikan bahwa Ester 4:16 mengatakan bahwa orang-orang Yahudi itu diminta untuk berpuasa 3 hari penuh, kemudian Ester akan menghadap raja. Tetapi Ester 5:1 mengatakan ‘pada hari ke 3’ (bukan ‘setelah hari ke 3’), Ester sudah menghadap raja. Ini menunjukkan bahwa pada hari ke 3 mereka hanya berpuasa dalam sebagian dari hari itu, tetapi toh dianggap sebagai satu hari penuh.
2. Kej 42:17-18 - “(17) Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam tahanan tiga hari lamanya. (18) Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: ‘Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah”.
Penjelasan sama dengan tentang Ester di atas.
3. Mat 27:63-64 - “(63) dan mereka berkata: ‘Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidupNya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. (64) Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-muridNya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.’”.
4. 2Taw 10:5,12 - “(5) Tetapi ia menjawab mereka: ‘Datanglah kembali kepadaku lusa.’ Lalu pergilah rakyat itu. ... (12) Lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: ‘Kembalilah kepadaku lusa.’”.
KJV: ‘after three days ... on the third day ... on the third day’ (= setelah 3 hari ... pada hari yang ke 3 ... pada hari yang ke 3).
RSV: ‘in three days ... the third day ... the third day’ (= dalam 3 hari ... hari yang ke 3 ... hari yang ke 3).
NIV: ‘in three days ... three days later ... in three days’ (= dalam 3 hari ... 3 hari lagi ... dalam 3 hari).
NASB: ‘in three days ... on the third day ... on the third day’ (= dalam 3 hari ... pada hari ke 3 ... pada hari ke 3).
Yesus mati hari Jum’at, itu dianggap satu hari. Hari
Barnes’ Notes (tentang Mat
Kalau ada orang yang tetap mau menyamakan cara orang Yahudi menggunakan istilah dengan kita, itu karepe dewe (semaunya sendiri). Dan akan terjadi kekacauan dalam banyak bagian Alkitab.
Dalam kalangan orang-orang Yahudi ada banyak penggunaan istilah / ungkapan yang mempunyai arti yang khas bagi mereka.
Misalnya:
a. Istilah ‘Anak Allah’ harus diartikan ‘Allah sendiri’ atau ‘setara dengan Allah’.
Yoh 5:18 - “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah”.
Mat 14:33 - “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”.
b. Istilah ‘engkau telah mengatakannya’ harus diartikan ‘ya’.
Mat 26:63-66 - “(63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepadaNya: ‘Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.’ (64) Jawab Yesus: ‘Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.’ (65) Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: ‘Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujatNya. (66) Bagaimana pendapat kamu?’ Mereka menjawab dan berkata: ‘Ia harus dihukum mati!’”.
Kalau diartikan ‘bukan aku, tetapi engkau yang mengatakannya’ maka akan terjadi kekacauan, karena kalau memang artinya seperti itu, lalu mengapa Yesus dijatuhi hukuman mati?
c. Yos 7:19 - “(19) Berkatalah Yosua kepada Akhan: ‘Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapanNya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.’”.
KJV: And Joshua said unto Achan, My son, give, I pray thee, glory to the LORD God of
RSV: Then Joshua said to Achan, ‘My son, give glory to the LORD God of Israel, and render praise to him; and tell me now what you have done; do not hide it from me.’
NIV: Then Joshua said to Achan, ‘My son, give glory to the LORD, the God of
NASB: Then Joshua said to Achan, ‘My son, I implore you, give glory to the LORD, the God of Israel, and give praise to Him; and tell me now what you have done. Do not hide it from me.’
Kata-kata ini juga tak bisa diartikan secara hurufiah. Artinya adalah suatu desakan untuk bersumpah.
d. Kata ‘anak’ bisa diartikan ‘anak menantu’, ‘cucu’ / ‘keturunan’, ‘ciptaan’, dan kata ‘memperanakkan’ bisa diartikan ‘menurunkan’. Sebaliknya, kata ‘bapa’ bisa diartikan ‘pencipta’.
Menafsirkan kata ‘anak’ sebagai ‘menantu’ bukanlah merupakan sesuatu yang aneh, karena dalam Rut 1:11-13, Naomi juga menyebut kedua menantunya dengan sebutan ‘anak-anakku’ (NIV: ‘my daughters’).
Menafsirkan kata ‘anak’ sebagai ‘cucu’ juga bukan merupakan hal yang aneh, karena dalam Kitab Suci, istilah ‘anak’ sering menunjuk kepada ‘keturunan’, dan istilah ‘bapa / ibu’ sering menunjuk kepada ‘nenek moyang’. Bahwa hal seperti ini sering terjadi terlihat dari:
1. Kej 46:16-18 dimana ada 3 generasi yang dalam Kitab Suci
2. 2Taw 28:1 dimana Daud disebut sebagai ‘bapa leluhur’ Ahas.
NIV/Lit: ‘David, his father’ (= Daud, bapanya).
Kata ‘bapa’ bisa diartikan ‘pencipta’ seperti dalam kasus:
a. Adam / malaikat disebut anak Allah. Luk
b. Allah disebut bapa segala roh. Ibr 12:9 - “Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?”.
c. Yesus disebut ‘Bapa yang kekal’, atau lebih tepat ‘Bapa dari kekekalan’. Yes 9:5 - “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”.
e. Kata ‘benci’ bisa diartikan ‘kurang mengasihi’.
Luk 14:26 - “‘Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu”.
Mat 10:37 - “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu”.
Kej 29:31 - “Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibukaNyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul”.
KJV: ‘Leah was hated’ (= Lea dibenci).
Ul
KJV: ‘If a man have two wives, one beloved, and another hated, and they have born him children, both the beloved and the hated; and if the firstborn son be hers that was hated’.
Dalam bahasa apapun selalu ada ungkapan / tradisi yang menggunakan kata-kata yang bagi orang luar rasanya aneh, tetapi orang luar TIDAK BERHAK menyalahkan!
Misalnya:
1. Dalam bahasa Inggris.
a. Kata-kata ‘let us hit the road’ (= mari kita berangkat) atau ‘let us hit the shower’ (= mari kita mandi). Kalau diartikan secara hurufiah artinya adalah ‘mari kita memukuli jalanan / pancuran air’.
b. She is a ‘knock out’ (= ia sangat cantik). Apa hubungan ‘cantik’ dengan ‘KO’??
c. What the hell are you talking about? (= Apa gerangan yang engkau bicarakan?). Apa urusannya dengan ‘hell’ / ‘neraka’?
d. Why on earth is she doing that? (= Mengapa gerangan ia melakukan itu?). Apa urusannya dengan ‘earth’ / ‘bumi’?
e. Hell-driver (= pengemudi yang gila-gilaan). Apa urusannya dengan ‘hell’ / ‘neraka’?
2. Dalam bahasa Indonesia.
a. Menggunakan kata ‘kami’ pada waktu bicara di depan umum, padahal yang dimaksudkan adalah ‘saya’. Ini dilakukan baik oleh Bp Mashud maupun Bp Mokoginta dalam buku mereka.
b. Menggunakan kata ‘gombal’.
c. Orang kuat disebut ‘ndak punya udel’.
d. Orang yang suka membaca / belajar disebut ‘kutu buku’.
e. Istilah ‘bajing loncat’.
f. Orang bodoh dikatakan ‘otaknya ditaruh di dengkul’.
g. Saya mengatakan ‘membangun rumah’, padahal yang membangun adalah tukang.
h. Orang pandai disebut ‘otaknya encer’.
i. Rumah tangga ‘seperti neraka’.
j. Lihat uang ‘matanya hijau’.
k. Menyebut seadanya keluarga sebagai ‘saudara’.
l. Mengatakan ‘kurang tahu’ padahal yang dimaksudkan adalah ‘tidak tahu’.
Dari contoh-contoh di atas terlihat dengan jelas bahwa suatu kata tidak bisa diartikan ‘seenak perutnya sendiri’, tetapi harus diartikan sebagaimana suatu bahasa / kebudayaan / tradisi mengartikannya. Dan ini jelas berlaku untuk istilah ‘2 hari 3 malam’!!
Dalam acara debat tanggal 12 September 2009 yang lalu itu saya menanyakan kepada yang hadir, yang kebanyakan adalah orang Islam, apakah saudara puasa? Mereka jawab: ‘ya’. Saya tanya lagi: ‘Sebulan penuh?’. Mereka jawab: ‘Ya’. Saya tanya lagi: ‘Tadi makan tidak?’. Mereka jawab: ‘Ya!’. Lalu saya tanya lagi: ‘Katanya puasa sebulan penuh, tapi tadi kok makan?’. Saya lalu menambahkan: ‘Saya tidak menyalahkan kata-kata saudara, sekalipun saudara mengatakan puasa sebulan penuh, tetapi dalam kenyataannya saudara tidak puasa sebulan penuh’, karena itu memang cara saudara menggambarkan hal itu. Sama dengan itu, jangan menyalahkan Alkitab pada waktu mengatakan Yesus ada dalam kubur 3 hari 3 malam sedangkan dalam faktanya Ia tidak berada dalam kubur selama 3 hari penuh (72 jam)!!!
Satu hal yang harus diperhatikan adalah: orang-orang Yahudi tidak menganggap bahwa kata-kata Yesus dalam ay 40 ini tidak cocok dengan fakta bahwa Yesus mati / ada dalam kubur hanya sekitar 38 jam. Kalau mereka menganggap tidak cocok, pasti mereka akan menuduh Yesus sebagai pendusta / nabi palsu karena nubuat / kata-kataNya salah.
Sebagai kata-kata terakhir dari tulisan / jawaban saya tentang pertanyaan Bp Mokoginta ini, saya menambahkan beberapa hal sebagai berikut:
1.